Lentera Al-Hikayah
Penulis: Aufa Nasihat Innisa, Hendra Aditiya, Wahyu Catur Mugi P.
Tebal: 126 halaman
Ukuran: 14,5 cm x 20,5 cm
Harga: 60.000
QRCBN: 62-250-5935-572
Bukan, ini bukan karya besar yang diterbitkan secara resmi. Ini hanyalah coretan sederhana yang kutulis sebagai cara paling jujur untuk mengabadikan jejak kita ... di tempat yang pernah jadi ruang hangat bernama Al-Hikayah.
Cerita-cerita ini mungkin terlihat ringan, kadang mengalir apa adanya ... tapi setiap katanya menyimpan rasa yang sungguh-sungguh. Tentang kalian yang hadir dengan caranya masing-masing, yang tanpa sadar menyalakan lentera di setiap harinya.
Terima kasih untuk semua tawa yang pernah terdengar di sela pekerjaan. Untuk percakapan-percakapan ringan yang ternyata menguatkan. Untuk perhatian kecil, untuk semangat yang tak pernah minta balasan, dan untuk ketulusan yang terasa meski tak banyak bicara.
Coretan sederhana ini aku tulis bukan karena ingin dikenang, tapi karena tak ingin lupa.
Tak ingin lupa bahwa aku pernah merasa diterima, merasa dibutuhkan, merasa dihargai ... meskipun lewat hal-hal yang tampak sederhana.
Semoga kalian membacanya dengan senyum kecil di hati.
Semoga setiap cerita bisa jadi pengingat: bahwa pernah ada hari-hari di mana kita tidak hanya bekerja ... tapi juga tumbuh bersama.
Terima kasih, dari aku yang menulis ini dengan penuh rasa, untuk kalian semua yang pernah menjadi bagian berharga dalam kisah ini.
Segalanya bermula dari hal-hal kecil …
Dari percakapan singkat, candaan yang tak disengaja, tawa yang pecah di sela lelah, dan langkah-langkah sederhana yang perlahan menjelma menjadi kenangan.
Kami tak pernah benar-benar merencanakan ini. Tidak pula berpikir bahwa suatu hari nanti, jejak-jejak kami di tempat itu akan kami rangkai menjadi sebuah coretan sederhana. Namun waktu mengajarkan kami bahwa hal-hal yang tumbuh dari keikhlasan, dari kebersamaan yang jujur, pantas untuk dikenang dengan baik.
Inilah alasan kenapa tulisan ini hadir … bukan karena kami ingin disebut hebat, bukan pula karena kisah kami luar biasa. Tapi karena di antara tumpukan hari yang pernah kami jalani bersama, ada banyak pelajaran yang layak untuk di abadikan, tentang tanggung jawab, kepercayaan, persaudaraan, dan ketulusan yang tak selalu tampak, tapi selalu terasa.
Dan bila suatu saat halaman ini dibuka di tengah hari yang melelahkan, saat langkah terasa goyah dan arah seakan samar … semoga kata-kata ini mampu menjadi pengingat, bahwa setiap langkah yang dijalani tetaplah berarti.
Setiap jiwa, seberapa pun letihnya, tetap memiliki cahaya walau kadang sedang mencari di mana nyalanya berpijar.
Sebab dalam setiap kisah sederhana, tersimpan hikmah yang bisa menuntun jiwa. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Sampaikanlah dariku walau satu ayat” (HR. Bukhari)
Dan dalam ayat yang penuh cinta, Allah mengingatkan:
“Dan ingatkanlah, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.” (QS. Adz-Dzariyat: 55)
Maka biarlah tulisan ini menjadi pengingat kecil, tentang betapa indahnya berjalan bersama meski kadang arah tak selalu sama, tentang betapa berharganya hadir, meski hanya lewat senyum yang sederhana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar