Kami adalah penyedia jasa penerbitan dan percetakan yang telah beroperasi sejak tahun 2016, dan bergabung menjadi anggota IKAPI dengan nomor 258/JTE/2023. Jika Anda memiliki naskah yang masih nganggur, daftar dan terbitkan bukumu sekarang !!!LIHAT PAKET TERBIT- Menulis Untuk Kemanfaatan -

Cerita Mang Nata Jilid 4

 



Cerita Mang Nata Jilid 4

Penulis: Hanif Ahmad

Tebal: 147 halaman

Ukuran: 14,5 cm x 20,5 cm

Harga: 70.000

ISBN: 978-602-5944-72-7



Hanif rupanya akan bercerita terus bahwa cinta adalah refleksi dari pengenalan hamba-hamba kepada Sang Pencipta. Dalam episode2 lalu Hanif kuat sekali mengingatkan bahwa cinta dan kecintaan adalah bayangan dari kecintaanNya juga. Dia agak getir bercerita bahwa Cinta dan Takut adalah dua sisi dari satu mata uang logam. 

Namun menurut Hanif kecintaan manusia kepada Pencipta punya kadar yg unik. Semakin cinta seorang hamba kepada Tuhannya, maka  manusia itu akan semakin takut. Sebaliknya juga, semakin takut seorang hamba kepada Tuhannya maka Dia juga akan semakin cinta. 

Dalam tahap berikutnya semangat cinta yang benar akan mengalahkan segala bentuk ketakutan dan kebencian. Hanif kreatif memang Koki dari sebuah hotel berbintang di ibukota. Tapi dia juga mengembangkan hobinya sebagai penulis, cerpenis dan novelis. Cerita2nya tidak jauh dari kesehariannya di blantika perhotelan.

Saya tak terbayang 40 tahun silam bahwa Hanif yang mengikuti pelatihan pers yang kita adakan di Mesjid Petojo Jakarta, akan menggiring minat dan hobinya hingga kini. Menulis dan menulis terus juga bersama RPHA-nya. Pemuda asal Cianjur Utara ini agaknya dia manyadari bahwa dirinya masuk sosok makhluk langka dalam zamannya.

Hanif, lewat tokoh fiktifnya Letnan Rose dengan Si Koki yang dicintainya, selalu muncul menggelitik kesadaran bahwa cinta adalah pilar utama dari sukma manusia yang diperbincangkan dari masa kemasa. Disisipkan dalam romantisme insani dengan berbagai gaya klasik maupun populer dari berbagai penjuru bumi. 

Hanif menyilipkan Letnan Rose dengan genre budaya rohani  yang menghindarkan dari perdebatan yang serius, tetapi memilih memaknai cinta, perjuangan dan kemanusiaan bukan untuk saling menyakiti tetapi untuk menuju tatanan dunia yang mendamaikan.

(A.A. Daeng Patunru, Banten)


RPHA (Rumah Pustaka Hanif Ahmad) dalam upaya mewujudkan target satu tahun satu buku. Insya Allah Buku Cerita Mang Nata Jilid ke 4 ini, merupakan buku ke 7.

Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada pemirsa yang sudah partisipasi dengan memberikan respons dari artikel RPHA yang di share di sosial media. Hadirnya buku Cerita Mang Nata jilid ke 4 ini, merupakan dukungan doa, dorongan semangat dari bapak ibu om tante adik kakak saudara saudari semua. 

Semoga dengan terbitnya Buku Cerita Mang Nata Jilid ke 4 ini, sebagaimana salah satu tujuannya untuk Indonesia yang artinya akan terdaftar di Perpusnas RI. 

Sebagai perwakilan partisipasi dari pemirsa, maka dalam cover Buku Cerita Mang Nata Jilid 4 ini, menyertakan foto profil Pemenang RPHA Award 2024, yaitu Bp. Daeng Patunru dari Serang Banten. 

Semoga tema-tema buku dari RPHA yang menawarkan tentang cinta, keselarasan, harmoni, semangat positif, perjuangan dan perdamaian. Menjadi perwujudan kedamaian di mana pun kita berada, Aamiin. 



Anah Lajnah:

Menyimak uraian Abah Nata tentang orang zholim. Jadi sikap kita yang terbaik untuk mereka harus seperti apa Abah? 

Abah Nata:

Kezholiman, kejahatan atau keburukan bukanlah keputusan final. Selalu ada harapan kepada siapa saja untuk berubah dari keadaan buruk menuju kebaikan. Dan tuduhan kezholiman itu bukan hanya untuk orang lain saja. Secara tidak sadar kita juga sering melakukan kezholiman kepada diri sendiri. 

Anah Lajnah:

Masa kita zholim kepada diri sendiri, Abah?

Abah Nata:

Kadang kita itu zholim terhadap diri sendiri dengan menjerumuskan diri sendiri jauh dari Allah ta'ala. Kadang kita tak adil terhadap diri sendiri, memberi nasehat untuk orang lain tetapi diri sendiri tak ada kemajuan dalam kebaikan. Tak ada sebuah keteladan dari semua kebaikan untuk syahdu dalam kerendahan hati.😁

Anah Lajnah:

Yaa  ampun..... Abah. Jadi bagaimana atuh?

Abah Nata:

Ketika kesadaran tumbuh untuk melakukan perubahan dari kezholiman untuk orang lain. Maka mulailah dari diri sendiri, ciptakan keadilan dari diri sendiri terlebih dahulu.

Anah Lajnah:

Iya Abah.

Abah Nata:

Jika semua orang berusaha menghilangkan segala bentuk kezholiman terhadap dirinya sendiri. Dan dilakukan oleh semua orang, itu artinya akan menciptakan perbaikan menyeluruh. Dunia aman damai tenteram dan sejahtera. Menuju keridhaan Allah Ta'ala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Tersedia ads left available col-xs-12 col-sm-6 img-16-9

Iklan Tersedia <a href="wAC">ads left available col-xs-12 col-sm-6 img-16-9</a>
SPACE IKLAN - B1
10k / bulan
25k / 3 bulan

Iklan Tersedia ads right unavailable col-xs-12 col-sm-6 img-16-9

Iklan Tersedia <a href="wAC">ads right unavailable col-xs-12 col-sm-6 img-16-9</a>
SPACE IKLAN - B2
10k / bulan
25k / 3 bulan

Mungkin Kamu Sukacol-xs-12 col-sm-12 col-md-12 col-lg-10 col-lg-offset-1

8/grid/random/1-1/640