Kami adalah penyedia jasa penerbitan dan percetakan yang telah beroperasi sejak tahun 2016, dan bergabung menjadi anggota IKAPI dengan nomor 258/JTE/2023. Jika Anda memiliki naskah yang masih nganggur, daftar dan terbitkan bukumu sekarang !!!LIHAT PAKET TERBIT- Menulis Untuk Kemanfaatan -

Satirisme

 



Satirisme

Penulis: Muhammad Lutfi

Tebal: 87 halaman

Ukuran: 14,5 cm x 20,5 cm

Harga: 55.000

QRCBN: 62-250-2768-617



Satire adalah gaya bahasa yang menertawakan atau menolak sesuatu. Bentuk ini tidak harus bersifat ironis, satire mengandung kritik tentang kelemahan manusia. Tujuan dari satire adalah agar ditiadakan perbaikan secara etis maupun estetis. Dalam bahasa Prancis, satire adalah sajak atau karangan berupa kritik yang meresap-resap (sebagai sindiran atau secara langsung disampaikan).

Satire adalah sindiran dengan cara menertawakan. Sementara sarkasme adalah gaya bahasa sindiran dengan menggunakan kata-kata yang kasar dan keras (paling kasar), dibandingkan dengan ironi atau sinisme.

Baik satire maupun sarkasme adalah ragam gaya bahasa untuk mengekspresikan suatu kalimat dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI Daring, satire dipahami sebagai gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Dalam nominanya, satire berarti sindiran atau ejekan.

Selain itu, satire juga meliputi empat pemahaman kata. Empat pemahaman tersebut, yaitu:

  • Geli
  • Teater
  • Sandiwara
  • Puisi

Pada kata geli, satire sepadan dengan kata-kata seperti, badutan (cak), banyolan, bebodoran, canda gurau, dagelan, ejekan, gurauan, humor, komedi, lawakan, lelucon, olok-olok, parodi, penggeli, dan tertawaan. Kemudian, pada kata teater, satire sepadan dengan kata-kata seperti, drama satu-babak, drama sejarah, drama sensasi, drama tari, drama tendensi, dan melodrama.

Lalu, pada kata sandiwara, satire sepadan dengan kata-kata seperti sandiwara modern, sandiwara boneka, dan opera. Sementara pada kata puisi, satire sepadan dengan kata-kata seperti, epigram, epik, epode, gazel, lagu, limerik, lirik, madrigal, monodi, ode, palinode, dan rapsodi.

Berbeda halnya dengan sarkasme yang dipahami sebagai kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar. Dalam pemahaman nomina, sarkasme disebut sebagai ungkapan dari penghinaan. Penghinaan ini meliputi gaya bahasa berupa ejekan, kecaman, klaim, kritikan, protes, sindiran, dan tuntutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Tersedia ads left available col-xs-12 col-sm-6 img-16-9

Iklan Tersedia <a href="wAC">ads left available col-xs-12 col-sm-6 img-16-9</a>
SPACE IKLAN - B1
10k / bulan
25k / 3 bulan

Iklan Tersedia ads right unavailable col-xs-12 col-sm-6 img-16-9

Iklan Tersedia <a href="wAC">ads right unavailable col-xs-12 col-sm-6 img-16-9</a>
SPACE IKLAN - B2
10k / bulan
25k / 3 bulan

Mungkin Kamu Sukacol-xs-12 col-sm-12 col-md-12 col-lg-10 col-lg-offset-1

8/grid/random/1-1/640