Rumah dengan Banyak Kepergian
Penulis:
Syifa Khansa Adzkia, Zahira Kamaya Sari, Muhamad Wildan Anugerah, Qonita Putri S, Almaira Widika Putri, Muhammad Rifa’I Noor Rajab, Qurratul Aini, Qeisha Alvany, A.P.R Romauli Simamora, Mujahid Izatullah, Carolina Olivia Br Sinaga, Nurhidayah Safitri, Aisyah Aqilah Nurafifah, Fani Sofianti Hutabarat, Insan Kamil Muharta, Aqila Aufanayra, Nur’Aini Ramadhani Hutagalung, Dina Mulia Putri, Diajeng Dayu Lutfi Andjanie, Suriyati
Tebal: 218 halaman
Ukuran: 14,5 cm x 20,5 cm
Harga: 80.000
QRCBN: 62-250-1657-033
Setiap cerita memiliki jalannya sendiri untuk sampai kepada pembaca. Ada yang berangkat dari sebuah bacaan, pengalaman yang pernah terjadi, percakapan sederhana, kegelisahan, ingatan, atau bahkan dari sesuatu yang semula tampak biasa. Ketika semua itu bertemu dengan imajinasi dan keberanian untuk menulis, lahirlah cerita-cerita dengan warna dan suara yang beragam.
Antologi Rumah dengan Banyak Kepergian merupakan kumpulan cerita yang lahir dari proses tersebut. Buku ini menjadi bagian dari kolaborasi Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpusnas RI Lokus Kabupaten Karimun Tahun 2026, Rumah Literasi Cik Puan, dan SMA Negeri 5 Karimun dalam kajian mengenai dampak menulis cerita berbasis bahan bacaan.
Proses ini dilaksanakan selama enam hari berturut-turut. Dalam rentang waktu tersebut, para peserta diajak untuk membaca, menemukan gagasan, berdiskusi, mengembangkan cerita, kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan. Bahan bacaan menjadi titik awal, tetapi cerita-cerita yang lahir tidak berhenti pada apa yang mereka baca. Ia berkembang melalui cara masing-masing penulis memandang, merasakan, membayangkan, dan memaknai dunia. Karena itulah, antologi ini hadir dengan cerita yang beragam. Pembaca mungkin akan menemukan kisah tentang keluarga, persahabatan, cita-cita, kehidupan sehari-hari, konflik, pilihan, harapan, maupun berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan. Ada cerita yang ringan, ada yang mengajak berpikir, ada yang mengusik perasaan, dan ada pula yang mungkin membuat kita berhenti sejenak untuk melihat kembali sesuatu yang selama ini kita anggap biasa.
Keberagaman itulah yang membuat buku ini menarik. Ia tidak berusaha menyatukan semua cerita menjadi satu suara. Sebaliknya, buku ini memberi ruang bagi setiap penulis untuk memiliki suara dan cara bercerita masing-masing. Rumah dengan Banyak Kepergian pada akhirnya bukan hanya tentang cerita-cerita yang terkumpul dalam satu buku. Ia adalah rumah bagi banyak gagasan, banyak pengalaman, banyak imajinasi, dan banyak suara. Sebuah rumah yang di dalamnya setiap cerita boleh datang dengan dunianya sendiri, lalu pergi menemui pembacanya untuk meninggalkan sesuatu.
Proses selama enam hari ini juga menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Enam hari mungkin bukan waktu yang panjang untuk menjadi seorang penulis. Namun, enam hari dapat menjadi cukup untuk memulai sebuah kebiasaan: membaca dengan lebih sadar, memperhatikan lebih banyak hal, berani menyusun gagasan, dan percaya bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak untuk dituliskan.
Melalui antologi ini, kami berharap kajian yang dilakukan tidak hanya menghasilkan sebuah buku, tetapi juga memperlihatkan bagaimana membaca dapat menjadi pintu menuju proses kreatif, dan menulis dapat menjadi ruang untuk mengolah apa yang dibaca menjadi sesuatu yang personal dan bermakna.
Terima kasih kami sampaikan kepada RELIMA Perpusnas RI Tahun 2026, Rumah Literasi Cik Puan, SMA Negeri 5 Karimun, para pendamping, serta seluruh peserta yang telah menjadi bagian dari proses ini. Terima kasih pula kepada para penulis yang telah berani memulai, menyelesaikan, dan membagikan cerita mereka.
Semoga buku ini menjadi lebih dari sekadar kumpulan cerpen. Semoga ia menjadi dokumentasi sebuah proses, ruang untuk bertumbuh, dan bukti bahwa ketika seseorang diberi kesempatan untuk membaca dan menulis, selalu ada kemungkinan lahirnya cerita-cerita baru. Selamat membaca dan menikmati perjalanan di dalam rumah yang dihuni oleh begitu banyak cerita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar