Semoga Buminya Tetap Berazam
Penulis:
Nur Syafa Ramadhani, Aniqa Khansa Fadliadi, Sy. Ghina Alifatunnisa, Sy. Ufaira Nur Afifa, Abdi Rahmadan, Nurhidayah Safitri, Salina Nurfarahdiba, Syifa Khansa Adzkia, Ridwan Pangkalakan Sahala Tua Naibaho, Qeisha Alvany, Lutfia Zahrotussita, Muhamad Wildan Anugerah, Muhammad Agil Ramadhan, Fani Sofianti Hutabarat, Afny Agustine Napitupulu, Muhammad Rifa’i Noor Rojab, Muhammad Fajry Al Farishi, Qonita Putri Setiady, Ben Ely Luciano Purba, Diajeng Dayu Lutfi Andjanie, Regina Putri, Nur’ Aini Ramadhani Hutagalung, Almaira Widika Putri, Aulia Putri, Nur Shafira Jelita, Azura Azumi, Aulia Khansa, Ananda Rizqi Alarice, Shalma Vidya Purnama, Qurratul Aini, Aidil Rizky Arnanda, Suci Ramadhani Agus Syah Fitri, Cinta Alicia, Syauqiyah Nabila, Aqila Aufanayra, Zahira Kamaya Sari, Aisyah Aqilah Nurafifah, Ayu Dya Alindah Ningrum, Cici Kurnia Sari, Dina Mulia Putri
Tebal: 197 halaman
Ukuran: 18 cm x 25,5 cm
Harga: 100.000
QRCBN: 62-250-0578-728
Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek karya pelajar SMP dan SMA Kabupaten Karimun yang lahir dari kecintaan terhadap tanah kelahiran, budaya, alam, dan kehidupan masyarakat Bumi Berazam. Antologi ini adalah hasil dari Pelatihan Penulisan Cerpen Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Karimun, sebuah ruang belajar yang mengajak pelajar mengenali identitas daerahnya melalui karya sastra. Dalam prosesnya, peserta belajar bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan nilai yang terus hidup dan dapat diwariskan melalui tulisan.
Kegiatan ini terselenggara berkat kepercayaan yang diberikan kepada Rumah Literasi Cik Puan sebagai penerima Bantuan Komunitas Literasi Tahun 2026 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Dukungan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk menghadirkan ruang literasi yang mendorong generasi muda di wilayah kepulauan agar berani berkarya, bersuara, dan mencintai budayanya sendiri.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, para narasumber, guru pendamping, orang tua, panitia serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Apresiasi khusus kami sampaikan kepada 40 penulis muda Kabupaten Karimun yang telah menuangkan imajinasi, keberanian, dan kepedulian mereka dalam setiap cerita.
Judul Semoga Buminya Tetap Berazam adalah sebuah doa dan harapan: semoga Bumi Berazam tetap lestari, budayanya tetap hidup, dan generasi mudanya terus menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
Selamat membaca. Semoga setiap halaman buku ini menumbuhkan cinta pada Karimun dan keyakinan bahwa masa depan dapat ditulis melalui cerita-cerita yang bermakna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar